Muncul Gerakan Ide Patungan Beli Hutan, Legislator PKB: Sindiran dan Tamparan untuk Pemerintah

Jakarta – Warganet tengah diramaikan oleh ajakan patungan membeli hutan sebagai salah satu gagasan untuk menyelamatkan alam Indonesia dari respons terhadap apa yang terjadi di Sumatra.

Baca Juga: Sri Mulyani Bakal Mengajar di Universitas Oxford Setelah Pensiun jadi Menteri Keuangan

Hal ini berawal dari kelompok peserta lingkungan, Pandawara Droup yang menawarkan gagasan tersebut melalui akun instagram mereka.

Hal ini pun menuai berbagai komentar dari sejumlah nama tenar. Misalnya content creator Atta Haliliintar yang ikut berkomentar “ikutt” tulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Legislator PKB Daniel Johan menyadari ini bentuk rasa kekecewaan masyarakat terhadap apa yang terjadi di Sumatra.

“Kondisi degradasi hutan kian tahun semakin habis dan juga menimbulkan bencana ekologis yang menelan korban dan juga harta benda. Sementara para pelaku tidak pernah bertanggung jawab atas ulahnya terhadap rusaknya hutan,” ungkap Daniel.

Dia pun menyambut baik ide patungan beli hutan tersebut.

“Ini bentuk tamparan buat pengambil kebijakan yang dengan mudah memberi izin konsensi  tanpa pengawasan yang baik. ide ini kalau berhasil akan menjadi terobosan baru menyelamatkan hutan dengan patungan .

Artinya hutan menjadi milik rakyat bukan hutan milik negara semata,” kata Daniel.

BNPB: Biaya Perbaikan Dampak Banjir Suamtra Rp 51,8 Triliun

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa anggaran untuk memperbaiki fasilitas rusak akibat banjir serta longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan juga Sumatra Barat, mencapai Rp 51,82 triliun. Adapun anggaran pasca bencana untuk Provinsi Aceh mencapai Rp 25,41 triliun.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Benacana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto

saat mengikuti rapat terbatas penanganan banjir Sumatra bersama Prabowo di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu 7 Desember 2025.

“Kami laporkan ini secara nasional Bapak Presiden, dari Kementrian PU dengan penjumlahan dari tiga provinsi, estimai yang diperlukan, dana, sekian Bapak.

Biaya Santunan Ahli Waris

Suharyanto menjelaskan biaya tersebut dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan kepala korban, pengungsi, dan juga masyarakat umum.

Kemudian, mempercepat penyaluran santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia dan hilang, mencukupi stok logistik secara berjenjang dari tingkat desa/gampong sampai ke daerah tingkat atasnya.

Untuk daerah yang relatif sudah pulih, seperti di Sumatra Barat, sebagian Sumatra Utara, kami akan masuk tahap rehabilitasi, rekonstruksi, jadi, tidak sama-sama ini. Bapak. Daerah-daerah yang sudah lebih baik bisa duluan rehabilitasi. “tutur Suharyanto.

Suharyanto juga menyampaikan rencana pembangunan hutan sementara (huntara) dan juga huinan tetap (huntap) untuk para pengungsi masyarakat terdampak bencana banjir. Huntara akan dibangun oleh anggota satuan tugas (satgas) TNI dan juga Polri.

Kami mohon yang relokasi, yang harus pindah itu. Kami mohon dari Kementrian Perumahan yang membangun, Bapak (Presiden) tutur Suharyanto.